Cegah Pernikahan Dini dan Gizi Buruk, Kadis PPKB Lampung Tengah Turun Langsung ke Rumah Warga
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Lampung Tengah terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui serangkaian program intervensi langsung.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penanganan stunting serta edukasi pencegahan perkawinan anak demi mewujudkan generasi masa depan yang berkualitas.
Kunjungan Langsung ke Rumah Keluarga Risiko Stunting (KRS)
Sebagai bentuk kepedulian dan upaya menekan angka stunting, Plt Kepala DPPKB Lampung Tengah, bersama tim mendatangi langsung Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kampung Buyut Utara, Kecamatan Gunung Sugih.
Dalam kegiatan kunjungan lapangan ini, petugas memberikan pendampingan, edukasi gizi, serta bantuan langsung guna memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Kadis PPKB Lampung Tengah, Helmiyati,.S.Pd,.S.E, M.M menyampaikan langkah jemput bola ini diharapkan dapat mendeteksi serta menangani permasalahan gizi buruk dan kondisi lingkungan berisiko secara lebih cepat dan tepat sasaran.
”Selain penanganan stunting, kita juga secara aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan perkawinan di usia anak. Perkawinan anak dinilai dapat merenggut hak tumbuh kembang remaja serta berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan hingga kesejahteraan keluarga di masa depan,” ungkap Helmiyati, Kamis (17/9/2026).
ia menyebut, berdasarkan UU No. 16 Tahun 2019 (Perubahan atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan), batas minimal usia perkawinan bagi laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun.
Melalui kampanye ini, DPPKB Lampung Tengah, menekankan pentingnya mencegah perkawinan anak demi berbagai aspek kehidupan.
Memastikan anak dapat menyelesaikan pendidikan dan meraih cita-cita.
Menghindari risiko kehamilan dini, masalah kesehatan reproduksi, dan gangguan kesehatan mental.
Membentuk pribadi anak yang lebih mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan.
Membuka peluang kerja yang lebih baik guna mencapai kesejahteraan keluarga di masa depan.
”Upaya terpadu ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak di seluruh wilayah Lampung Tengah, sehingga generasi muda dapat merencanakan masa depan mereka secara matang,” pungkas Helmiyati.
