Vokal Kritisi Kebijakan, Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra Jadi Sorotan Publik

IMG_20260820_080623

Di tengah riuh massa mahasiswa dan barikade aparat di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), sosok Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI yang menjadi salah satu yang mencuri perhatian.

Fatimah Azzahra, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) periode 2026 mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sorotan publik menguat setelah dirinya tampil vokal menyuarakan kritik terhadap berbagai isu strategis dan kebijakan pemerintah.

​Berdasarkan informasi yang beredar, rekam jejak kepemimpinan mahasiswa tersebut terbilang aktif di lingkungan kampus. Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua BEM UI 2026, ia tercatat pernah menduduki posisi strategis sebagai Head of 2nd Commission Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI) pada tahun 2025.

Di tingkat fakultas, ia juga terlibat dalam Community of Neuroscience and Psychiatry (COR FKUI 2024) serta dipercaya menjadi Project Officer Semarak Ramadan FSI FKUI.

​Kiprahnya di panggung aktivisme kian mencuri perhatian publik ketika secara terbuka menyoroti persoalan dasar pendidikan nasional dan mengkritisi implementasi pelaksana kebijakan negara dalam berbagai ruang diskusi publik.

Dalam aksi ketegasan, Fatimah terlihat berada di tengah massa yang berupaya melanjutkan perjalanan menuju lokasi aksi. Di tengah ketegangan yang terjadi, ia turut berhadapan dengan aparat kepolisian.

Namun, di balik ketegasan itu, ada sisi lain dari Fathimah yang terlihat pada hari tersebut. Air matanya mengalir.
Tangisnya menjadi gambaran sisi manusiawi dari seorang aktivis yang berdiri di tengah situasi penuh tekanan.

Tangis tersebut kemudian menjadi bagian dari kisah tentang Fathimah Azzahra, seorang mahasiswa kedokteran yang memilih tidak hanya sibuk dengan buku dan ruang kuliah, tetapi juga aktif dalam organisasi dan menyuarakan persoalan yang menurutnya penting bagi masyarakat”

​Aksinya tidak berhenti pada ranah gagasan. Namanya kembali menjadi perbincangan luas masyarakat usai memimpin langsung massa aksi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi di jalanan kota Jakarta. Konsistensi dalam mengawal isu-isu krusial tersebut menjadikannya salah satu figur gerakan mahasiswa yang paling banyak mendapat sorotan saat ini.