Pemkab Lampung Tengah Gelar Mediasi Bantu Korban Perkelahian Pelajar yang Alami Pendarahan Otak.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah menunjukkan komitmen dan kepedulian nyata terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Lampung Tengah menggelar mediasi antara keluarga SFA (15) dengan pihak Rumah Sakit YMC pada Kamis (20/8/2026).
Langkah mediasi ini dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Lampung Tengah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lampung Tengah, serta Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).
Mediasi tersebut merupakan tindak lanjut dari proses pendampingan dan asesmen yang telah dilakukan sebelumnya terhadap SFA dan keluarganya. SFA, seorang remaja berusia 15 tahun, saat ini harus menjalani pengobatan dan perawatan intensif akibat pendarahan otak yang dialaminya pasca-perkelahian dengan teman sekolahnya.
Solusi Pembiayaan dan Perlindungan Bagi Keluarga Pra-Sejahtera:
Langkah kolaboratif ini diambil untuk mencari jalan keluar terbaik atas masalah biaya medis yang dihadapi keluarga SFA.
Mengingat latar belakang ekonomi keluarga korban tergolong pra-sejahtera, bantuan dan penanganan secara terpadu sangat diperlukan agar kebutuhan perawatan SFA tetap terpenuhi tanpa memberatkan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, beberapa poin penting penanganan dan dukungan disepakati oleh lintas instansi:
Dinas Sosial Lampung Tengah melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Erdalina, menyampaikan komitmen untuk memfasilitasi pengajuan bantuan kewirausahaan kepada Sentra Wyata Guna Kementerian Sosial Republik Indonesia.
“Upaya yang kita lakukan ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian keluarga SFA secara berkelanjutan,” ujar Erdalina, Jum’at (21/8/2026).
Sementara, perwakilan UPTD PPA Lampung Tengah, Yusrizal, menegaskan kesiapannya untuk memberikan pendampingan psikososial secara berkelanjutan kepada SFA selama proses penanganan medis hingga pemulihan pascatrauma.
Dalam kesempatan itu, Wakil Direktur Rumah Sakit YMC, Ns. Aryanto, menyambut baik mediasi ini dan menyatakan bahwa pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan jajaran internal untuk merumuskan solusi serta langkah efisien penanganan medis dengan tetap mematuhi ketentuan dan kebijakan yang berlaku.
Bentuk Semangat Beguwai Jejamo Wawai:
Melalui pertemuan dan koordinasi lintas sektor ini, diharapkan terbangun kesepahaman serta ditemukan solusi holistik bagi pengobatan dan pemulihan SFA.
Pemkab Lampung Tengah menegaskan akan terus bergandengan tangan, bersinergi, dan bergotong royong memberikan dukungan penuh bagi SFA dan keluarganya dengan mengusung semangat lokal “Beguwai Jejamo Wawai” (Bekerja Bersama untuk Kebajikan).
