Karhutla Meluas ke Way Kambas, BPBD Siapkan Water Bombing dan Hujan Buatan.

Oplus_131072

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyiapkan operasi water bombing guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Senin (24/8/2026).

​Kepala BPBD Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan dengan mengerahkan helikopter untuk menjatuhkan air dari udara langsung ke titik-titik api.

Operasi tersebut sempat tertunda lantaran helikopter yang direncanakan harus dialihkan terlebih dahulu ke Sumatera Selatan akibat karhutla di sana meluas hingga 1.926 hektare.

​Meski sempat muncul titik api baru di Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah pada Minggu 23 Agustus 2026 kemarin, tim gabungan di lapangan telah berhasil mengendalikan titik tersebut hingga Minggu malam.

“Saat ini, BPBD Lampung tengah menunggu pergeseran helikopter dari Jawa Timur hasil koordinasi dengan Kodam dan BNPB,” terang Rudy.

Selain water bombing, penanganan lanjutan berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan dijadwalkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, menyesuaikan dengan pertumbuhan awan di wilayah tersebut.

Langkah-langkah yang diambil BPBD Provinsi Lampung dan tim gabungan sudah berada di jalur yang tepat dalam merespons ancaman karhutla di kawasan krusial seperti TNWK seperti:

​Penguatan Kesiapsiagaan dan Strategi Lanjutan:
​Optimasi Operasi Darat Selama Menunggu Armada Udara: Mengingat dinamika pengalihan helikopter water bombing yang bergantung pada skala darurat regional, pengetatan patroli darat dan pembuatan sekat bakar (firebreak) di titik-titik rawan TNWK menjadi benteng utama agar api tidak menyebar ke area inti ekosistem.

​Akurasi Waktu untuk Modifikasi Cuaca (OMC):
Pelaksanaan OMC pada 26 Agustus mendatang sangat bergantung pada kondisi meteorologi. Sinergi ketat dengan BMKG diperlukan untuk memastikan penyemaian garam dilakukan tepat saat potensi awan konvektif berada di puncak optimum.

​Eksplorasi Sumber Air Terdekat: Untuk mempercepat siklus pengambilan air (pumping interval) helikopter dari Jawa Timur saat tiba nanti, pemetaan embung, sungai, atau sumber air terdekat di sekitar TNWK perlu disiapkan sejak dini.

​Pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA):
Keberhasilan pemadaman cepat di Desa Braja Luhur membuktikan vitalnya peran warga lokal. Insentif, kelengkapan alat, dan koordinasi cepat berbasis aplikasi/grup siaga dengan MPA desa-desa penyangga harus dijadikan standar penanganan jangka panjang.

​Pendekatan taktis udara yang dipadukan dengan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat tapak akan menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian habitat satwa dilindungi di Way Kambas dari ancaman berulang.

​Langkah cepat mendatangkan bantuan armada dari Jawa Timur serta menjadwalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menunjukkan sinergi antarlembaga yang terukur. Ke depan, penguatan pemantauan dini (early warning system) di tingkat desa penyangga TNWK perlu ditingkatkan agar potensi titik api baru dapat diantisipasi sebelum meluas.