Jaga Jati Diri Daerah, Generasi Muda Lampung Tengah Sukses Harumkan Nama Kabupaten
Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan dan pelestarian budaya. Sejumlah siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berhasil meraih prestasi dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Lampung Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Lampung Tengah memiliki potensi besar dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan bahasa serta budaya daerah. Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan dan masyarakat Lampung Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh siswa yang telah menunjukkan kemampuan terbaik serta berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi kita semua. Saya mengucapkan selamat kepada anak-anak hebat yang telah berjuang, menunjukkan kemampuan, dan berhasil membawa nama baik Kabupaten Lampung Tengah. Teruslah belajar, berkarya, dan jangan pernah berhenti mengembangkan potensi diri,” ujar Nur Rohman, Jumat (6/11/2026).
Adapun siswa tingkat SD yang berhasil menorehkan prestasi yakni Zia Khoirina Latifah dan Novan Rifky Pratama dari SD Negeri 6 Terbanggi Besar, Ferdi Albara dan Tiara Antoni dari SD Negeri 5 Kuripan, Arnisa Khofifaturrahmah dari SD Negeri 4 Gunung Madu, serta Afahar Mauza Satria dari SD Negeri 3 Gunung Madu. Sementara itu, dari tingkat SMP, prestasi diraih oleh Sahra Renia Putri dari SMP IT Bustanul Ulum, serta M. Abid Al Ghifari, Elisya Amabel Kusnaidi, dan Inayra Nur Alifia dari SMP Satya Dharma Sudjana.
Menurut Nur Rohman, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam perlombaan, melainkan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap bahasa ibu dan identitas budaya daerah. Bahasa daerah merupakan warisan leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Bahasa ibu adalah bagian dari jati diri dan kekayaan budaya bangsa. Karena itu, anak-anak harus terus didorong untuk mengenal, mencintai, dan menggunakan bahasa daerah secara baik. Kita ingin generasi muda Lampung Tengah tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, sekaligus memiliki kebanggaan terhadap budaya sendiri,” pungkasnya.
