Ass.ll Ekbang: Bukan Sekadar Tambah Aplikasi, SI MADU SDM Dituntut Beri Dampak Nyata di Lampung Tengah

Oplus_131072

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan efektivitas pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui inovasi Sistem Inovasi Penyelarasan Program Pembangunan Sumber Daya Manusia Berbasis RPJMD (SI MADU SDM).

Inovasi strategis ini sejalan dengan komitmen Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., dalam mendorong pembangunan daerah yang terarah, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil. Melalui penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Gagasan tersebut menjadi fokus dalam ekspos Proyek Perubahan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2026 yang disusun oleh Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Thoheran, M.Si., sebagai bagian dari upaya menghadirkan tata kelola pembangunan daerah yang lebih terukur, efektif, dan berkelanjutan.

Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga oleh ketepatan perencanaan, kualitas pelaksanaan, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Pembangunan SDM harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama. Saya ingin seluruh perangkat daerah bekerja secara terarah, saling mendukung, dan memastikan setiap program yang dilaksanakan benar-benar selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Jangan sampai program berjalan sendiri-sendiri tanpa keterkaitan dengan tujuan besar yang ingin kita capai,” tegas Bupati Lamteng I Komang Koheri, Jumat (6/11/2026).

Ia juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat kolaborasi dan meninggalkan pola kerja sektoral. Setiap perangkat daerah harus mampu memahami kontribusinya terhadap sasaran pembangunan daerah sehingga program yang dilaksanakan tidak hanya memenuhi target administratif, tetapi juga menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

“Yang kita butuhkan adalah pembangunan yang memberikan hasil nyata. Perencanaan harus matang, pelaksanaan harus tepat sasaran, dan evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan sinergi seluruh OPD, sumber daya yang kita miliki dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lampung Tengah,” ungkapnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, Thoheran menjelaskan bahwa pembangunan SDM di Kabupaten Lampung Tengah membutuhkan keterlibatan lintas perangkat daerah. Pencapaian target pembangunan tidak dapat dilaksanakan secara parsial oleh satu OPD, melainkan membutuhkan koordinasi dan penyelarasan program secara menyeluruh.

“Pembangunan sumber daya manusia merupakan tanggung jawab bersama. Setiap perangkat daerah memiliki tugas dan fungsi masing-masing, tetapi seluruh program harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan sasaran dan outcome RPJMD. Karena itu, diperlukan mekanisme penyelarasan agar seluruh potensi yang dimiliki pemerintah daerah dapat berjalan secara sinergis,” pungkas Thoheran.

SI MADU SDM dirancang sebagai mekanisme tata kelola, bukan sekadar membentuk aplikasi baru. Inovasi ini menghubungkan perencanaan, data, indikator, target, kelompok sasaran, sumber daya, hingga monitoring program pembangunan SDM dalam satu kerangka kerja bersama.