Erupsi Gunung Anak Krakatau Sabtu Dini Hari, Semburkan Material Panas dan Suara Dentuman
Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) dini hari. Aktivitas vulkanik ini disaksikan langsung oleh sejumlah warga yang tengah beraktivitas di perairan sekitar gunung.
salah satu warga, Eghie Febriansyah, menceritakan pengalaman dirinya bersama rekan-rekannya yang sedang memancing di perairan sekitar GAK saat erupsi terjadi.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi awal saat mereka baru tiba di lokasi masih tampak normal, hanya terlihat kabut hitam di arah gunung.
”Awalnya belum ada erupsinya, masih kabut hitam. Nah, pas jam 11-an lewat baru terjadi erupsinya,” ujar Eghie.
Menurut Eghie, erupsi tersebut diwarnai dengan suara dentuman keras sebanyak tiga kali. Selain dentuman, kilatan yang menyerupai petir serta semburan material panas terlihat jelas memancar dari arah Gunung Anak Krakatau.
Fenomena tersebut disaksikan dari jarak lebih dari 5 kilometer dari area inti GAK.
Demi menjaga keselamatan, Eghie dan rekan-rekannya memutuskan untuk segera menghentikan aktivitas memancing dan keluar dari area perairan tersebut.
”Langsung keluar dari area situ. Gak cari spot lain lagi. Daripada terjadi apa-apa di situ, akhirnya kita keluar dan putusin untuk balik ke dermaga malam itu,” pungkasnya.
Dihimbau kepada semua warga, nelayan, dan petugas di sekitar perairan Selat Sunda tetap waspada serta selalu memantau arahan resmi dari PVMBG.
