Ekonomi Sulit, Oknum Wartawan Di Lampung Tengah, Banting Stir Jadi Nelayan Belut.

1789032840647

Ketidakpastian kondisi ekonomi yang melanda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah berdampak luas hingga ke sektor kemitraan media.

Minimnya alokasi anggaran publikasi dalam situasii ekonomi yang tidak pasti memaksa sejumlah oknum wartawan di wilayah tersebut mencari alternatif penghasilan lain demi menyambung hidup.

​Salah satu fenomena unik terjadi di Kecamatan Punggur. Seorang oknum wartawan media lokal yang biasanya aktif meliput kegiatan pemerintahan kini memilih banting stir menjadi pencari atau nelayan belut di kawasan rawa dan persawahan warga.

​Dengan bermodalkan alat pancing sederhana dan penerangan seadanya, profesi baru ini dilakoni saban malam usai aktivitas jurnalistik meredup.

​”Kondisi keuangan di Pemkab lagi tidak menentu, anggaran media banyak yang tersendat. Daripada tidak ada pemasukan untuk dapur rumah tangga, lebih baik turun ke sawah cari belut,” ujar oknum wartawan yang neminta identitasnya tidak di publis saat ditemui di lokasi pencarian belut, Kamis (10/9/2026).

​Ia mengaku hasil dari berburu belut justru memberikan kepastian pendapatan harian. Belut hasil tangkapannya dijual ke pasar lokal atau penampung dengan harga yang cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan pokok harian.

​Kondisi ekonomi Pemkab Lampung Tengah yang tengah efisiensi ini diakui banyak insan pers lokal memang cukup memukul keberlangsungan operasional media kecil.

Fenomena banting stir ini menjadi cerminan nyata dari dampak ketidakpastian anggaran daerah yang mulai merembet ke sektor pergerakan ekonomi masyarakat bawah.