Program PEKA Lampung Tengah: Latih Ahli Waris BPJS Ketenagakerjaan Jadi Wirausaha
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lampung Tengah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Lampung Tengah secara resmi membuka Pelatihan Program Kembali Berdaya (PEKA) untuk pertama kalinya pada Rabu (26/8/2026).
Inisiasi program ini berawal dari ruang diskusi bersama yang dilakukan pada pertengahan Juli 2026. Pelatihan kolaboratif antara BPJS Ketenagakerjaan, BUMN, dan Pemerintah Daerah ini dirancang khusus untuk memberikan pembinaan kewirausahaan bagi para ahli waris penerima manfaat,
Yakni:
Keluarga dari pekerja yang telah meninggal dunia.
Melalui program ini, dana santunan yang mencapai ratusan juta rupiah diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sosial sesaat, melainkan dapat diolah secara produktif menjadi modal usaha berkelanjutan, lengkap dengan pendampingan pemasaran produk UMKM.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lampung Tengah, Dra. Mardiana, M.M, menyampaikan bahwa pentingnya keberlanjutan ekonomi bagi para penerima manfaat.
”Kami ingin memastikan bahwa santunan yang diterima oleh para ahli waris tidak hanya berhenti sebagai bantuan sosial sesaat, tetapi dapat diputar menjadi modal usaha yang produktif,” ujar Mardiana.
Melalui pelatihan dan kolaborasi ini, kita bersama-sama mendampingi ibu-ibu hebat ini agar mampu membangun kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan
Ia juga berharap kegiatan pelatihan PEKA ini dapat memberikan manfaat yang luas, mendorong kemandirian, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Lampung Tengah, Dwi Bakti lndra Fitriawan, menyambut baik sinergi strategis yang terjalin bersama Disnakertrans.
Pihaknya menegaskan bahwa Program PEKA merupakan wujud komitmen nyata BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan berkelanjutan, tidak hanya saat risiko sosial terjadi, tetapi juga setelahnya.
”Santunan duka adalah hak para ahli waris, tetapi pendampingan pasca-penerimaan santunan adalah wujud tanggung jawab moral kami. Kami ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan, khususnya para ibu yang kini menjadi tulang punggung keluarga, memiliki modal keterampilan dan kepercayaan diri untuk bangkit serta mengelola finansial dengan bijak,” ungkapnya.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta dibekali berbagai materi praktis kewirausahaan, mulai dari:
Manajemen Keuangan Usaha: Pengelolaan modal awal dan pemisahan kas pribadi dengan kas usaha.
