Hari Kedua KM Arupadhatu 1 Hilang di Selat Sunda: Air Mata Keluarga Mewarnai Posko Pencarian

Oplus_131072

Suasana haru dan isak tangis mewarnai posko pencarian di Dermaga Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9).

Keluarga korban kapal KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak tak kuasa menahan air mata lantaran belum ada tanda-tanda penemuan hingga hari kedua operasi pencarian berlangsung.

Kapal berpenumpang delapan orang, yang terdiri dari tiga awak dan lima wartawan tersebut dilaporkan hilang saat hendak melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Arupadhatu 1 berlayar dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Rombongan awalnya dijadwalkan melakukan perjalanan pulang-pergi (PP) dan diperkirakan kembali tiba di Pantai Carita pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB. Namun hingga keesokan harinya, rombongan tak kunjung pulang dan hilang kabar.

​Rasa cemas mendalam dirasakan oleh Evie, istri dari Heriyanto yang bertugas sebagai tour guide dalam rombongan tersebut.
Evie mengaku kekhawatirannya mulai memuncak ketika sang suami tak kunjung pulang sesuai jadwal.

​”Saya sampai ngajak anak buat nyari ke pesisir. Kata anak saya, kok ayah belum pulang, ayo kita cari Bu,” ungkap Evie sambil menirukan percakapannya dengan sang anak di posko pencarian, Kamis (9/9/2026).

Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda belum membuahkan hasil hingga Rabu (9/9/2026).

​Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR gabungan terus memperluas cakupan wilayah penyisiran sejak pagi hari. Pencarian difokuskan pada sejumlah titik perairan yang diperkirakan menjadi perlintasan speedboat tersebut.

​Untuk memperkuat pergerakan di lapangan, Tim SAR Lampung turut menerjunkan armada RIB 02 yang dikerahkan langsung dari Pos SAR Bakauheni.

​Petugas menyisir area mulai dari perairan Pulau Sebesi hingga ke kawasan Gunung Anak Krakatau. Tak hanya itu, penyisiran juga diarahkan ke sekitar Pulau Rakata Besar, Pulau Rakata Kecil, serta pemantauan di kawasan Pulau Sertung.

​”Operasi SAR satu kapal lost contact di Perairan Krakatau. Untuk hari ini melaksanakan penyisiran dari Perairan Sebesi sampai dengan Perairan Krakatau,” ujar petugas dalam laporan resmi operasi SAR, Rabu (9/9/2026).

​Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus bersiaga dan melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi kejadian.