Meniru Langkah Tetangga: Warga Lampung Tengah Menanti Aksi Pemkab Fasilitasi Doa Minta Hujan

1789105439674

Dampak musim kemarau panjang yang tak kunjung usai membuat warga Kabupaten Lampung Tengah berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menggelar Salat Istisqa bersama.

Harapan ini muncul setelah beberapa wilayah tetangga, seperti Pemkab Pringsewu dan Pemprov Lampung, memprakarsai pelaksanaan salat minta hujan tersebut.

​Kekeringan yang melanda berbagai wilayah di Lampung Tengah mulai berdampak signifikan pada sektor pertanian dan pasokan air bersih warga. Sumur-sumur warga mulai mengering, sementara para petani mengeluhkan lahan pertanian mereka yang terancam gagal panen akibat krisis air.

​Sejumlah warga menyampaikan aspirasinya agar Pemkab Lampung Tengah dapat memfasilitasi pelaksanaan Salat Istisqa di lapangan terbuka dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat luas.

​Siti (45), warga Kecamatan Terbanggi Besar, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi ini. “Sumur di rumah sudah makin kering, airnya keruh dan cepat habis. Kami betul-betul berharap Pemkab Lampung Tengah bisa segera mengadakan Salat Istisqa bersama. Siapa tahu dengan doa ramai-ramai di lapangan, Allah segera turunkan hujan yang berkah,” tuturnya, Jumat (11/9/2026).

​Upaya spiritual ini dinilai penting sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama memohon agar Tuhan segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak kemarau panjang.

Masyarakat berharap Pemkab Lampung Tengah segera merespons kondisi krisis air ini dan mengondisikan pelaksanaan Salat Istisqa dalam waktu dekat.

​Harapan warga ini sangat wajar dan patut didukung. Salat Istisqa adalah bentuk pengakuan atas kelemahan kita sebagai manusia di hadapan Pencipta, sekaligus sarana untuk bermuhasabah dan memohon ampunan.