PVMBG Catat 7 Gunung Api Aktif Erupsi di Indonesia Selama Agustus hingga September 2026

IMG_20260905_192229

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi ESDM mencatat peningkatan aktivitas vulkanik pada 7 gunung api di Indonesia dalam periode pemantauan 1 Agustus hingga 5 September 2026.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta mematuhi rekomendasi radius bahaya yang telah ditetapkan.

​Berikut adalah rincian kondisi 7 gunung api yang mengalami erupsi aktif:
​1. Gunung Sinabung (Sumatera Utara): Status dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 31 Agustus 2026 setelah mencatat tinggi kolom abu hingga 3.500 meter.
Tren aktivitas mengalami peningkatan tajam dengan radius bahaya utama sejauh 3 km (dan 6 km untuk sektor selatan-timur).

​2. Gunung Lewotobi Laki-Laki (Flores Timur, NTT): Berada pada Level III (Siaga) dengan erupsi yang menyemburkan kolom abu hingga 2.500 meter. Radius bahaya ditetapkan sejauh 5 km.

​3. Gunung Semeru (Jawa Timur): Berstatus Level III (Siaga) dengan tinggi kolom abu maksimum tercatat 1.100 meter. Erupsi harian disertai guguran dan potensi awan panas di sektor Besuk Kobokan dengan radius bahaya utama 5 km.

4. Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda, Lampung): Berstatus Level III (Siaga) dengan tren aktivitas meningkat dan fluktuatif. Tinggi kolom abu mencapai 400 meter dengan radius bahaya 3 km.

​5. Gunung Dukono (Halmahera Utara, Maluku Utara): Berstatus Level II (Waspada) dengan erupsi hampir setiap hari menyemburkan kolom abu 500–1.500 meter. Radius bahaya utama berada pada angka 4 km.

​6. Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara): Berstatus Level II (Waspada) dengan tinggi kolom abu berkisar antara 200–800 meter. Radius bahaya ditetapkan 2 km (dan 3,5 km untuk sektor utara).

7. Gunung Ili Lewotolok (Lembata, NTT): Berstatus Level II (Waspada). Pada 18 Agustus, teramati lelehan lava keluar dari kawah hingga sejauh ±1,2 km dengan tinggi kolom abu 700 meter dan radius bahaya 2 km (3 km sektor selatan-tenggara).

​PVMBG mengingatkan warga sekitar dan wisatawan untuk tidak beraktivitas di dalam zona radius bahaya masing-masing gunung api guna menghindari ancaman bahaya erupsi dan awan panas.