Kepanikan Sempat Terjadi, Upacara HUT RI di NTT Diterjang Gempa Susulan.
Gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 hingga 5,8 mengguncang Nusa Tenggara Timur saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin pagi, 17 Agustus 2026.
Gempa ini dirasakan di tengah suasana panik peserta upacara di Manggarai Timur dan Ruteng, menyusul rangkaian gempa sebelumnya yang berpusat dari gempa utama magnitudo 7,7.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 1.598 gempa susulan hingga Senin pagi pukul 07.00 WIB.
Kekuatan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan terkecil magnitudo 1,3.
Sebanyak 54 gempa susulan dari total keseluruhan dirasakan oleh warga. Gempa susulan pagi hari saat upacara HUT RI mencakup magnitudo 5,0 di Ruteng, Manggarai, dan magnitudo 5,8 di timur laut Mbay, Nagekeo.
Upacara HUT RI di beberapa titik tetap dilanjutkan meski sempat terjadi kepanikan dan pemadaman listrik sesaat. Korban jiwa akibat rangkaian gempa Flores ini dilaporkan bertambah menjadi 54 orang.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan, dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai M 6,2, sedangkan yang terkecil M 1,3.
“Total gempa bumi susulan sampai dengan 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB sebanyak 1.598 kejadian,” kata Arief dalam keterangannya.
Oleh sebab itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Estimasi sekitar dua sampai tiga minggu ke depan akan stabil,” tambah Arief.
Arief menjelaskan, sebagian besar gempa susulan tersebut terjadi di wilayah laut di sebelah utara Pulau Flores.
“Sebagian besar gempa bumi ini terjadi di laut wilayah utara Pulau Flores,” pungkasnya.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya. Informasi terkait perkembangan gempa susulan akan diperbarui berdasarkan hasil pemantauan jaringan seismograf.
