Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, BPBD Lampung Minta Masyarakat Jauhi Radius 3 Km
Oplus_131072
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Minggu (16/8) pukul 09.12 WIB. Kolom abu teramati membubung sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 meter di atas permukaan laut.
Analis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Faresha Revanza mengatakan, aktivitas erupsi tersebut terekam berdasarkan laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pukul 09.12 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut,” kata Faresha, dilansir dari lampunggehnew, Minggu (16/8).
Berdasarkan pengamatan periode pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 43 milimeter dan durasi 59 detik.
Secara visual, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas O-lll. Asap kawah utama teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tipis sampai tebal.
Kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat.
Suhu udara berada pada kisaran 27,6-31,3 derajat Celsius dengan kelembapan 68-82 persen. Adapun kondisi ombak laut di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan tenang.
Hingga saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. BPBD Lampung menghimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati gunung maupun beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
