Ribuan Warga NTT Masih Bertahan di Pengungsian Pasca-Bencana, Bantuan Logistik Terus Disalurkan

Ribuan Warga NTT Masih Bertahan di Pengungsian Pasca-Bencana, Bantuan Logistik Terus Disalurkan

​Ribuan warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini masih terpaksa mengungsi akibat bencana alam yang menimpa wilayah tersebut. Berdasarkan data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, para pengungsi tersebar di puluhan titik posko darurat serta rumah-rumah kerabat yang dinilai lebih aman.

​Kondisi di lokasi pengungsian menunjukkan kebutuhan mendesak akan penambahan pasokan logistik, terutama bahan makanan, air bersih, selimut, obat-obatan, serta perlengkapan bayi dan balita. Cuaca yang belum sepenuhnya stabil juga menambah tantangan sanitasi serta risiko munculnya penyakit di area tenda darurat.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan berdasarkan pemutakhiran data hingga Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 Wib, jumlah warga yang mengungsi di NTT mencapai sekitar 5.000 jiwa.

“Konsentrasi terbesar pengungsian per hari ini di Kabupaten Sikka, dengan total 3.356 jiwa. Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Petugas medis terus menyisir posko pengungsian untuk mengantisipasi meluasnya penyakit saluran pernapasan (ISPA) dan penyakit kulit.
​Bantuan logistik, dan dapur umum telah didirikan di titik-titik krusial, namun distribusi ke daerah terisolir masih terkendala akses jalan yang rusak.

​Anak-anak di area pengungsian membutuhkan ruang trauma healing serta perlengkapan sekolah darurat agar tetap bisa belajar.
​Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan para relawan terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan tanggap darurat, membuka akses transportasi yang tertutup, serta menyalurkan bantuan secara merata.

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan selalu mengikuti instruksi resmi dari petugas di lapangan.