Polres Lampung Tengah Tanamkan Kesadaran Hukum dan Disiplin bagi Pelajar Melalui Program “Polisi Bersama Masyarakat

Oplus_131072

Upaya menanamkan kedisiplinan dan kesadaran hukum kepada generasi muda terus digencarkan oleh Polres Lampung Tengah sebagai bagian dari perwujudan semangat Polisi Bersama Masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan secara langsung oleh Kapolres Lampung Tengah, AKBP Zaldy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.H., saat bertindak sebagai inspektur upacara di MAN 1 Lampung Tengah pada Senin (2/11/26).

​Di hadapan para siswa dan dewan guru, Kapolres tidak hanya memimpin jalannya upacara, tetapi juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengingatkan pentingnya menjaga masa depan sejak berada di bangku sekolah.

​Dalam arahannya, para pelajar diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang dapat membawa mereka pada persoalan hukum.

Beberapa bentuk kenakalan remaja dan pelanggaran yang disoroti meliputi:
​Penyalahgunaan narkoba.
​Aksi tawuran.
​Perundungan (bullying).
​Keterlibatan dalam geng motor maupun balap liar.

​Kapolres menekankan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensinya masing-masing, sehingga para siswa perlu mampu membedakan hal yang baik dan hal yang justru dapat merugikan diri sendiri.

Selain itu, para pelajar diajak untuk senantiasa menghormati guru serta orang tua, menggunakan media sosial secara bijak, serta fokus menuntut ilmu demi meraih cita-cita.

​Sementara itu, Kasi Humas Polres Lampung Tengah, Iptu Muharrom, menyampaikan bahwa kehadiran Kapolres di lingkungan sekolah merupakan wujud nyata komitmen kepolisian dalam membangun kedekatan dengan generasi muda, menanamkan kesadaran hukum, serta mencegah kenakalan remaja sejak dini.

​”Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga turut membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan taat hukum,” ujar Iptu Muharrom.

​Ia juga menambahkan bahwa upaya membentuk generasi muda yang berkualitas memerlukan dukungan dan sinergi yang kuat antara kepolisian, guru, orang tua, serta masyarakat. Kolaborasi ini dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelajar.