Himbauan Dinas PPKB Lampung Tengah, Mewujudkan Generasi Bebas Stunting Dimulai dari Persiapan Calon Pengantin

Oplus_131072

Upaya pencegahan stunting pada anak tidak dimulai saat bayi telah lahir, melainkan jauh sebelum itu, bahkan sejak masa persiapan pernikahan oleh para calon pengantin (catin).

​Stunting tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik dan mental yang dipersiapkan sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga setelah bayi lahir.

Oleh karena itu, para calon pengantin sangat dianjurkan untuk mengenali dan mewaspadai empat faktor risiko utama demi melahirkan generasi yang sehat dan hebat.

​Calon pengantin perempuan yang mengalami kekurangan gizi memerlukan perhatian dan pendampingan khusus.
Kondisi ini dapat dideteksi sejak awal melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LILA).

Gizi yang kurang baik sebelum hamil berisiko tinggi terhadap tumbuh kembang janin.
​Anemia: Kekurangan zat besi dapat mengganggu kesehatan calon ibu secara signifikan.

​Plt Kadis PPKB Lampung Tengah, Helmiyati,.S.Pd,.S.E, M.M menyampaikan terkait masalah ini harus ditangani sebelum kehamilan terjadi, salah satunya dengan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran serta menjaga pola makan sehat.

“Perencanaan kehamilan yang sehat wajib menghindari empat kondisi berisiko, yaitu Terlalu Muda untuk hamil, Terlalu Tua untuk hamil, Terlalu Banyak jumlah anak, dan Terlalu Dekat jarak antar-kehamilan,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Menurut Helmiyati, baik merokok aktif maupun pasif berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi dan janin. Calon ayah dan ibu diimbau untuk bersama-sama membangun rumah tangga yang bebas dari asap rokok.

​Langkah Nyata Pencegahan Stunting bagi Calon Pengantin:
​Memenuhi kebutuhan gizi seimbang harian.
​Mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi calon ibu.

​Melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum menikah (pre-marital check-up).
​Menjaga berat badan ideal dan menerapkan gaya hidup aktif.
​Menghindari rokok serta paparan asap rokok.

​”Mari kita ingat bersama bahwa pernikahan yang sehat dan terencana adalah langkah awal yang paling menentukan untuk mewujudkan keluarga berkualitas serta generasi penerus bangsa yang bebas dari stunting,” pungkasnya.