Giuseppe Garibaldi: Spesifikasi Kapal Induk yang Akan Dimiliki Indonesia

Spesifikasi kapal induk Giuseppe Garibaldi

Kapal induk Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia yang akan diterima Indonesia.

SerbaTau.com – Nama Giuseppe Garibaldi menjadi perhatian setelah Indonesia menyetujui penerimaan kapal induk dari Pemerintah Italia. Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026, sementara fasilitas pendukung di Teluk Ratai, Lampung, sedang dipersiapkan.

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk milik Angkatan Laut Italia yang dirancang untuk menjalankan fungsi komando dan pengendalian kekuatan laut serta udara. Berdasarkan data resmi Marina Militare Italia, kapal ini memiliki kemampuan membawa berbagai jenis pesawat dan helikopter.

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi

Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki sejumlah spesifikasi utama yang membuatnya berbeda dari kapal perang biasa.

Menurut data resmi Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi memiliki:

  • Panjang: 180,2 meter
  • Lebar di garis air: 23,4 meter
  • Lebar dek penerbangan: 30,4 meter
  • Panjang dek penerbangan: 173,8 meter
  • Displacement: sekitar 13.850 ton
  • Kecepatan maksimum: 30 knot
  • Jangkauan: 7.000 mil laut
  • Awak: sekitar 825 orang

Kapal tersebut menggunakan sistem propulsi COGAG dengan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500.

Bisa Membawa Pesawat dan Helikopter

Salah satu fungsi utama Giuseppe Garibaldi adalah sebagai kapal pembawa pesawat dan helikopter.

Marina Militare mencatat bahwa konfigurasi sayap udara kapal dapat mencakup helikopter EH101, SH90A dan AB212, serta pesawat STOVL AV-8B Plus Harrier II. Kapasitas sayap udaranya dapat mencapai sekitar 18–20 pesawat, tergantung konfigurasi dan kebutuhan misi.

Kemampuan tersebut membuat Giuseppe Garibaldi tidak hanya berfungsi sebagai kapal perang, tetapi juga sebagai platform untuk mendukung operasi udara dari laut.

Kapal Induk dengan Kemampuan Pertahanan

Giuseppe Garibaldi juga dilengkapi sistem persenjataan dan pertahanan diri.

Data Marina Militare mencatat kapal tersebut memiliki sistem rudal antipesawat, sistem senjata DARDO, serta berbagai sistem pertahanan aktif dan pasif.

Namun, konfigurasi ketika kapal tersebut nantinya digunakan Indonesia tidak serta-merta dapat disamakan dengan konfigurasi ketika masih aktif dalam Angkatan Laut Italia.

Hal ini karena kapal akan menjalani proses penyesuaian dan penerimaan sesuai kebutuhan Indonesia.

Mengapa Giuseppe Garibaldi Akan Dibawa ke Indonesia?

Pemerintah Italia memberikan kapal tersebut kepada Indonesia melalui skema hibah.

DPR RI telah menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia dalam rapat paripurna pada 21 Juli 2026. Nilai hibah yang dilaporkan sekitar 54,02 juta euro.

Kementerian Pertahanan juga telah menyiapkan calon kru untuk mengoperasikan kapal tersebut. Sebagian personel bahkan telah dikirim ke Italia dalam rangka persiapan operasional.

Teluk Ratai Lampung Disiapkan

Salah satu bagian penting dari rencana kedatangan Giuseppe Garibaldi adalah persiapan fasilitas di Teluk Ratai, Lampung.

Kementerian Pertahanan menyebut pembangunan fasilitas pelabuhan untuk mendukung kedatangan kapal tersebut telah mencapai sekitar 76 persen pada Juli 2026.

Kapal dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026. Karena ukurannya jauh lebih besar dibandingkan kapal perang biasa, keberadaan fasilitas pendukung menjadi bagian penting dalam proses penerimaan kapal.

Apakah Indonesia Sebelumnya Memiliki Kapal Induk?

Indonesia selama ini tidak dikenal sebagai negara yang mengoperasikan kapal induk konvensional seperti yang dimiliki sejumlah negara besar.

Karena itu, penerimaan Giuseppe Garibaldi menjadi perkembangan penting dalam kemampuan maritim Indonesia.

Meski demikian, kepemilikan kapal induk bukan hanya persoalan memiliki kapal. Pengoperasiannya membutuhkan awak yang terlatih, pemeliharaan, fasilitas pelabuhan, dukungan logistik, serta konsep operasi yang sesuai.

Apa Fungsi Giuseppe Garibaldi di Indonesia?

Fungsi akhir kapal setelah diterima Indonesia akan sangat bergantung pada kebijakan dan penyesuaian yang dilakukan pemerintah.

Secara umum, platform seperti Giuseppe Garibaldi dapat digunakan untuk mendukung operasi udara dari laut, komando dan pengendalian, operasi maritim, hingga misi bantuan dan kemanusiaan.

Marina Militare sendiri mencatat Giuseppe Garibaldi memiliki kemampuan komando dan pengendalian kekuatan laut dan udara serta pernah digunakan dalam sejumlah operasi internasional.

Kesimpulan

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan milik Italia dengan panjang sekitar 180 meter, displacement sekitar 13.850 ton dan kecepatan maksimum 30 knot.

Indonesia akan menerima kapal tersebut melalui hibah Pemerintah Italia setelah DPR menyetujui penerimaannya. Pemerintah juga telah mempersiapkan calon kru dan fasilitas pendukung di Teluk Ratai, Lampung.

Kedatangan Giuseppe Garibaldi pada September 2026 akan menjadi salah satu perkembangan penting dalam sejarah pertahanan maritim Indonesia.