Dinilai Arogan ke Peserta BPJS, Tata Kelola RSIA Puti Bungsu Dituntut Evaluasi Total
Keluhan terkait pelayanan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali terjadi. Kali ini, kejadian kurang menyenangkan dialami oleh Yanti, seorang ibu dua anak, saat berobat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puti Bungsu, Bandar Jaya, Lampung Tengah.
Yanti menceritakan, seusai diperiksa oleh dokter, ia diarahkan ke bagian apotek untuk mengambil obat sesuai resep. Namun, pihak apoteker memberi tahu bahwa salah satu obat yang diresepkan tersebut tidak tersedia.
”Awalnya saya bertanya kepada pihak apoteker, ini kan sudah diresepkan dokter, harusnya disediakan. Kalaupun beli di luar, apakah bisa diklaim ke pihak rumah sakit?” ujar Yanti, Jumat (9/10/2026).
Menurut Yanti, petugas apotek justru memberikan jawaban yang tidak ramah dan menyatakan obat tersebut tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
”Kalaupun obatnya ada, tidak akan kami berikan,” ucap salah satu petugas apotek RSIA Puti Bungsu sebagaimana ditirukan Yanti.
Atas kejadian tersebut, Yanti berharap pihak rumah sakit tidak bersikap arogan terhadap peserta BPJS dan segera mengevaluasi tata kelola pelayanan resep obat.
”Saya yakin tidak ada orang yang ingin sakit, dan dokter tentu menginginkan yang terbaik untuk pasiennya. Harusnya rumah sakit mengevaluasi tata kelola terkait setiap resep dari dokter,” tegasnya.
Tak hanya menuntut evaluasi internal rumah sakit, Yanti juga mendesak Pemerintah Daerah Lampung Tengah dan Dinas Kesehatan setempat untuk turun tangan melakukan sidak serta pengawasan ketat terhadap seluruh fasilitas kesehatan mitra BPJS.
Ia meminta Pemda tidak tutup mata dan memberikan teguran keras agar tindakan diskriminatif terhadap masyarakat kecil tidak kembali terulang.
