Kakanwil Kemenag Lampung dan Anggota Komisi VIII DPR RI Nessy Kalviya Kunjungi MAN 1 Lampung Tengah, Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini

Oplus_131072

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Zulkarnain, bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, Nessy Kalviya, S.T., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Tengah.

​Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala MAN 1 Lampung Tengah, Ahmad Zazili,.S.Pd,. M.Pd.l
dan pihak madrasah sebagai bagian dari agenda sinergi antara legislatif pusat dan instansi keagamaan daerah dalam rangka pembinaan serta edukasi langsung kepada para pelajar.

​Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil Kemenag Lampung memberikan pengarahan khusus kepada para siswa dan siswi agar tidak terburu-buru melangsungkan pernikahan di usia muda.

​Para siswa diingatkan mengenai berbagai dampak negatif dan risiko dari perkawinan dini, mulai dari potensi putus sekolah hingga peningkatan risiko kesehatan seperti stunting.

Kehadiran Nessy Kalviya selaku Anggota Komisi VIII DPR RI turut memperkuat komitmen parlemen dalam mengawasi dan mendukung peningkatan mutu pendidikan serta kesejahteraan sosial anak di daerah pemilihan Lampung.

​”Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pelajar madrasah untuk mendapatkan wawasan luas langsung dari para pemangku kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, demi masa depan generasi muda yang lebih matang dan terencana,” ujar Nessy, Kamis (15/10/2026).

Sementara Kepala MAN 1 Lampung Tengah, Ahmad Zazili, S.Pd,. M.Pd.I., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan kehadiran para tokoh penting tersebut di madrasahnya.

​”Kami keluarga besar MAN 1 Lampung Tengah merasa sangat bangga dan berterima kasih atas kunjungan serta arahan langsung dari Bapak Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung dan Ibu Anggota Komisi VIII DPR RI. Edukasi tentang pencegahan pernikahan usia dini ini sangat sejalan dengan komitmen kami dalam membimbing peserta didik. Pesan-pesan yang diberikan tentu sangat berarti agar siswa-siswi kami lebih fokus mengejar cita-cita, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta siap menjadi generasi yang matang, sehat, dan berkualitas tanpa dibebani risiko stunting maupun putus sekolah,” ungkap Ahmad Zazili.