Mungkinkah PDIP Berikan Kursi Wakil Bupati untuk Ketua DPC PKB Uswatun Hasanah?

Oplus_131072

Peta politik di Kabupaten Lampung Tengah mendadak hangat. Seiring dengan dinamika penentuan posisi Wakil Bupati Lampung Tengah mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati I Komang Koheri, nama Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Tengah, dr. Uswatun Hasanah, mulai santer di gadang-gadang masuk dalam bursa kuat.

​Pertanyaan besar pun muncul di kalangan pengamat dan publik. Mungkinkah PDI Perjuangan (PDIP) sebagai “perahu” utama I Komang Koheri rela memberikan kursi posisi wakil kepada figur dari partai politik lain, yakni PKB?

​Isu ini semakin menguat setelah sejumlah momen kebersamaan antara Plt. Bupati I Komang Koheri dan dr. Uswatun Hasanah tertangkap publik dalam berbagai kegiatan di Lampung Tengah.

Puncaknya, dalam beberapa kesempatan mobilitas politik lokal, kedua figur pimpinan partai besar ini kedapatan berada dalam satu kendaraan yang sama, memicu spekulasi liar di tengah masyarakat bahwa koalisi lintas partai tengah disiapkan secara matang.

​Sebagai ketua partai pemegang kursi strategis dan representasi kaum Nahdliyin serta perempuan di Lampung Tengah, kehadiran Uswatun Hasanah dinilai mampu menjadi pelengkap kekuatan politik yang solid bagi Komang Koheri untuk merangkul berbagai elemen masyarakat.

​Menanggapi dinamika yang berkembang, Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah, l Wayan Dama menegaskan bahwa proses pengisian posisi wakil bupati masih akan mengikuti mekanisme partai yang berlaku.

​”Pihak DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah menyatakan bahwa penentuan figur pendamping definitif nantinya tidak bisa diputuskan di tingkat cabang saja, melainkan menunggu instruksi serta rekomendasi resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP,” tegas l Wayan Dama, Minggu (11/10/2026).

​Menurutnya,Semua keputusan ada di DPP PDI Perjuangan. Baik usulan wakil bupati bisa dari eksternal partai maupun harus kader partai, kita menunggu petunjuk lebih lanjut setelah posisi definitif rampung.

​Peluang Koalisi PDIP dan PKB secara kalkulasi politik, merangkul PKB melalui sosok Uswatun Hasanah belum tentu bisa memberikan keuntungan elektoral yang signifikan dalam hal stabilitas pemerintahan daerah ke depan.

Namun, tantangan terbesar bagi PDIP Lampung Tengah adalah menjaga marwah partai mengingat mereka memiliki basis kursi yang cukup dominan dan tradisi mengusung kader internal sendiri.
​
“Politik itukan dinamis, jadi penentu figur pendamping Bupati sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ya bisa saja dari lnternal partai atau dari external partai, artinya semua bisa saja terjadi, kita tunggu saja moment nya nanti setelah Difinitip,” tutur bli Wayan.

Momen kebersamaan I Komang Koheri dan Uswatun Hasanah dalam satu kendaraan memang memicu spekulasi publik, namun hal tersebut masih sebatas dinamika penjajakan sebelum adanya kompromi tingkat tinggi antarelit partai.

​Selain itu menurut Ketua DPC PDI P Lampung Tengah ini menyebut, kebersamaan di lapangan tidak otomatis menjadi jaminan tiket pencalonan, tetapi pintu koalisi lintas partai antara PDIP dan PKB di Lampung Tengah tetap terbuka lebar demi stabilitas pemerintahan daerah.

Kendati demikian, politik lokal selalu dinamis. ” Jika kompromi tingkat tinggi antara elit PDIP dan PKB tercapai, bukan tidak mungkin duet “Merah-Hijau” (PDIP-PKB) benar-benar terwujud di bumi Beguwai Jejamo Wawai untuk memimpin Lampung Tengah hingga akhir masa jabatan,” pungkas l Wayan Dama