Beredar Flyer Undangan Palsu Plt Bupati Lamteng, Uncu Wenda: Itu Hoax!

IMG-20260817-WA0000

 

​Beredar flyer digital berupa undangan acara Syukuran Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81 di kediaman baru Plt.Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri Perum Sai Bumi Mandiri Bandar Lampung, yang mengatasnamakan Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan (NGO JPK) Koordinator Daerah Lampung Tengah, Uncu Wenda.

Menanggapi hal tersebut, Uncu Wenda secara tegas menyatakan bahwa informasi yang tercantum dalam flyer tersebut adalah palsu atau hoax.

“Yang jelas saya tegaskan bahwa, hal itu adalah hoax saya tidak pernah membuat atau menyebarkan flyer tersebut. Artinya ada oknum yang ingin merusak nama saya dengan maksud kurang kerjaan, atau sudah gila,” ujar Uncu, sembari tertawa, Senin (17/8/2026).

​Dalam poster yang beredar, diinformasikan bahwa acara tersebut akan diselenggarakan pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB bertempat di Sai Bumi Mandiri, Sukadana Ham, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, yang diklaim sebagai kediaman baru Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos.

Undangan tersebut ditujukan kepada LSM dan wartawan wilayah Bandar Lampung dengan iming-iming “Dapatkan Souvenir dan Amplop”.

​Selain mencantumkan nama Uncu Wenda dan Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, flyer tersebut juga mencantumkan daftar pejabat publik yang disebut akan hadir, antara lain:
​Sekda Welly Adiwantra, S.STP., M.M
​Ketua DPRD Febriyantoni, S.E.,M.M.
​Wakil Ketua DPRD M. Ilyas Hayani Muda, S.H., M.Si., M.M.
​Wakil Ketua DPRD Cecep Jamani, S.Si.
​Wakil Ketua DPRD I Wayan Dama, A.Md.
​Kadis Pendidikan Lampung Tengah Dr. Nur Rohman, SE, M.Sos (sebagai pendukung kegiatan).

​Uncu Wenda mengklarifikasi bahwa dirinya maupun organisasi NGO JPK Korda Lampung Tengah tidak pernah membuat, menyebarkan, ataupun mengagendakan acara syukuran sebagaimana tercantum dalam undangan tersebut.

Masyarakat, khususnya insan pers dan LSM di wilayah Lampung, diimbau untuk tidak percaya dan tidak terprovokasi oleh informasi menyesatkan yang sengaja disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab tersebut.